Senin, 14 Maret 2011


PENYESUAIAN DIRI

Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk dapat bertahan secara psikologis dalam menghadapi sesuatu yang tidak diharapkannya dengan cara mengorganisasi respon sedemikian rupa sehingga bisa mengatasi konflik. Bahkan seketika kita di hadapi permasalahan yang begitu rumit kita membutuhkan penyesuaian diri terhadap suatu cara agar kita bisa memecahkan kondisi sosial yang berubah karena dasar pemahaman yang aktual. Kemampuan penyesuaian diri  tersebut akan mempengaruhi kondisi psikologis pada diri sendiri dan juga perkembangan dari yang mungkin akan sedikit sulit. Jika kita mampu menyesuaikan diri dengan baik akan memiliki kondisi psikologis yang sehat dan akan berdampak positif bagi perkembangan diri kita pada nantinya. Sebaliknya orang yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan baik akan memiliki kondisi psikologis yang tidak sehat dan akan berdampak negatif bagi perkembangannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri yang baik dapat berbentuk positif tetapi juga dapat berbentuk negatif.jika orang  yang memiliki bentuk penyesuaian diri positif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) dapat menerima kenyataan memiliki kekurangan, (2) dapat menerima keberadaan ketika di landa kesulitan, (3) melakukan penanganan terhadap  dirinya sesuai dengan kebutuhannnya dan (4) tidak merasa rendah diri dan bersikap terbuka terhadap orang lain. Sedangkan orang  yang memiliki bentuk penyesuaian diri negatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (1) tidak dapat menerima kenyataan bahwa hidupnya dilanda kemiskinan, (2) tidak dapat menerima keberadaan menjadi buruk secara apa adanya, (3) tidak dapat melakukan penanganan terhadap dirinya  (4) merasa rendah diri dan bersikap tertutup terhadap orang lain dengan keberadaannya. Banyak faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri dari pada seseorang salah satunya adalah (1) keyakinan terhadap nilai-nilai agama, (2) pengetahuan dan pengalaman, (3) dukungan keluarga dari ibu yang memiliki kurang kepercayaan diri dan (4) adanya teman  Dari semua  ini ditemukan juga bahwa semangat yang tinggi dari seorang untuk memperjuangkan agar dapat mengubah kehidupan dari dirinya itu sendiri.
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery).
Bisa juga atinya sebagai Pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation), padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis. Misalnya, seseorang yang pindah tempat dari daerah panas ke daerah dingin harus beradaptasi dengan iklim yang berlaku di daerah dingin tersebut.
Ada juga penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pemaknaan penyesuaian diri seperti ini pun terlalu banyak membawa akibat lain.

Penyesuaian Diri sebagai Adaptasi (Adaptation). Dilihat dari latar belakang perkembangannya, pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation). Padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis.
Misalnya, seseorang yang pindah tempat dari daerah panas ke daerah dingin harus beradaptasi dengan iklim yang berlaku di daerah dingin tersebut. Dengan demikian. dilihat dari sudut pandang ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha mempertahankan diri secara fisik (self-maintenance atau surnival).
Oleh sebab itu, jika penyesuaian diri hanya diartikan sama dengan usaha mempertahankan diri maka hanya selaras dengan keadaan fisik saja, bukan penyesuaian dalam arti psikologis. Akibatnya, adanya kompleksitas kepribadian individu serta adanya hubungan kepribadian individu dengan lingkungan menjadi terabaikan.
Padahal, dalam penyesuian diri sesungguhnya tidak sekadar penyesuaian fisik, melainkan yang lebih kompleks dan lebih penting lagi adalah adanya keunikan dan keberbedaan kepribadian individu dalam hubungannya dengan lingkungan.
Penyesuaian diri yang dimaksud dalam pembahasan ini meliputi penyesuaian diri baik dalam pengertian adaptation maupun adjusment. Individu yang mampu menyesuaikan diri dengan baik, idealnya mampu menggunakan kedua mekanisme penyesuaian diri tersebut secara luwes, tergantung pada situasinya. Sebaliknya, individu dianggap kaku bila kurang mampu menggunakan kedua mekanisme tersebut dengan baik atau hanya salah satu cara saja yang dominan digunakan.
Namun demikian, pemaknaan penyesuaian diri sebagai penguasaan (mastery) mengandung kelemahan, yaitu menyamaratakan semua individu. Padahal, kapasitas individu antara satu orang dengan yang lain tidak sama. Ada keterbatasanketerbatasan tertentu yang dihadapi oleh individu.
Oleh sebab itu, perlu dirumuskan prinsip-prinsip penting mengenai hakikat penyesuaian diri, yaitu sebagai berikut: 1) Setiap individu memiliki kualitas penyesuaian diri yang berbeda. 2)Penyesuaian diri sebagian besar ditentukan oleh kapasitas internal atau kecenderungan yang telah dicapainya. 3) Penyesuaian diri juga ditentukan oleh faktor internal dalam hubungannya dengan tuntutan lingkungan individu yang bersangkutan.
Dengan demikian, semakin tampak bahwa penyesuaian diri dilihat dari pandangan psikologis pun memiliki makna yang beragam. Hanya sedikit saja kualitas penyesuaian diri yang dapat diidentifikasi. Selain itu, kesulitan lain yang muncul adalah bahwa penyesuaian diri tidak dapat dinilai baik atau buruk, melainkan semata-mata hanya menunjuk kepadacara bereaksi terhadap tuntutan internal atau situasi eksternal.
Hanya saja, reaksi yang dipandang memuaskan, efektif, dan efisien seringkali diartikan sebagai penyesuaian diri yang baik. Sebaliknya, reaksi yang tidak memuaskan, tidak efektif, dan tidak efisien seringkali diartikan sebagai penyesuaian diri yang kurang baik, buruk, atau dikenal dengan istilah “malasuai” (maladjustment).
Berdasarkan tiga sudut pandang tentang makna penyesuaian diri sebagaimana didiskusikan di postingan sebelumnya, akhirnya penyesuaian diri dapat diartikan sebagai suatu proses yang mencakup respons-respons mental dan behavioral yang diperjuangkan individu agardapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustrasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada.
Penyesuaian diri dapat juga diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pemaknaan penyesuaian diri seperti inipun terlalu banyak membawa akibat lain. Dengan memaknai penyesuaian diri sebagai usaha konformitas, menyiratkan bahwa di sana individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial, maupun emosional.
Dalam sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan terancam akan tertolak dirinya manakala perilakunya tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Keragaman pada individu menyebabkan penyesuaian diri tidak dapat dimaknai sebagai usaha konformitas. Misalnya, pola perilaku pada anak-anak berbakat atau anak-anak genius ada yang tidak berlaku atau tidak dapat diterima oleh anak-anak berkemampuan biasa. Namun demikian, tidak dapat dikatakan bahwa mereka tidak mampu menyesuaikan diri.
Norma-norma sosial dan budaya kadang-kadang terlalu kaku dan tidak masuk akal untuk dikenakan pada anak-anak yang memiliki keunggulan tingkat inteligensi atau anak-anak berbakat. Selain itu, norma yang berlaku pada suatu budaya tertentu tidak sama dengan norma pada budaya lainnya sehingga tidak mungkin merumuskan serangkaian prinsip-prinsip penyesuaian diri berdasarkan budaya yang dapat diterima secara universal.
Dengan demikian, konsep penyesuaian diri sesungguhnya bersifat dinamis dan tidak dapat disusun berdasarkan konformitas sosial.
                       






MENGENAL PERSONAL SECARA KESELURUHAN
Pengenalan diri adalah sebuah tantangan berkesinambungan. Itu juga yang menjadikannya menyenangkan. Mengenal diri adalah perkara menjelajahi siapa kamu: apa yang kamu suka, apa yang tidak kamu suka, apa yang kamu inginkan, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu percayai, apa yang kamu bela, dan apa yang menurutmu bisa kamu berikan pada dunia. Banyak sekali manfaat yang bisa kita pelajari dan kita hasilkan apabila kita bisa memahami dan mengenal diri kita sendiri.
Manfaat yang bisa kita rasakan adalah upaya pengembangan diri dapat lebih efektif, mengenal diri akan membantu kita memahami bahwa kita tidak tercipta secara kebetulan (by chance). Jika kita menginternalisasi dan menghayati akan keberadaan diri kita, maka kita akan sampai kepada kesimpulan yang tak terelakkan bahwa Tuhanlah yang mencipta seluruh keberadaan. Kita tidak mewujud dengan sendirinya atau hanya karena persemaian antara sperma dan ovum dari kedua orang tua kita. Manusia secara natural senantiasa mencari alasan keberadaannya. Darimanakah kedatanganku ? Ke mana langkah yang aku tuju ? Untuk tujuan apa keberadaanku ?
Dengan mengenal diri kita akan memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan eksistensial tersebut. Mengenal diri sendiri juga dapat membantu kita mengetahui kemampuan dan bakat dalam diri kita. Demikian juga sebaliknya jika kita mengenal diri kita maka kita juga mengetahui kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita. Dengan demikian kita dapat menjadi diri kita sendiri.
Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Salah satu cara supaya anda mengenal diri anda sendiri adalah :
1. Bersikaplah jujur kepada diri anda sendiri.
Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa berhenti dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.

2. Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?
(dalam bahasa jawa dengan istilah " Narima " dibaca "narimo ")
Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara
seseorang dengan dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, “apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar menjadi keinginan diri saya?” Dengan kata lain proses mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.
3. Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?
Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah mengamati diri secara cermat – mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Pengenalan diri sendiri adalah upaya dari diri kita sendiri untuk menemukan jawaban jawaban yang ada dalam diri kita. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu’k, mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari. Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.
4. Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri ?
Banyak orang mengaburkan arti menjadi “diri sendiri” dengan “semaunya sendiri”. Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi, bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan karir.

ARTI STRES DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
TERMASUK EFEKNYA

Stres adalah suatu kondisi dimana keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Biasanya stres dikaitkan bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Akan tetapi karena pengaruh stres tersebut maka penyakit fisik bisa muncul akibat lemahnya dan rendahnya daya tahan tubuh pada saat tersebut
Jatuh cinta itu merupakan stressor bagi kita, baik yang berasal dari dalam dan berasal dari luar tubuh kita. intinya pada saat kita jatuh cinta, kita mengalami stres. Hanya saja stres yang timbul pada setiap pribadi berbeda, jatuh cinta dapat menjadi eustres (stres positif) atau distres (stres negatif).
Contoh stres positif:
Pada saat kita jatuh cinta kita merasa lebih percaya diri, tertantang atau termotivasi dan membuat diri kita merasa nyaman, performa diri yang meningkat, sistem kekebalan meningkat, menjadi kuat.
Atau stres negatif Pada saat kita jatuh cinta kita merasa takut, lemah, tidak percaya diri, rendah diri, kualitas diri yang berkurang, terkadang merasa cemas yang amat sangat, bahkan dapat menimbulkan frustasi yang berkepanjangan.
Pada dasarnya dalam diri manusia terdapat hal hal yang positif maupun negative. Jika sesorang sedang mengalami keadaan dimana dia stress maka akan terjadi despresi.
Banyak orang mengalami jatuh cinta, akan tetapi jika gagal dalam percintaan maka tidak lain akan berdampak negative. Entah mw menyendiri, entah dia mau bunuh diri, itu di sebabkan pikiran yang tak kondusif.


Jatuh cinta sring kali kita lupa akan sesuatu yang akan berdampak buruk pada efek efeknya.
Ini salah satu hubungannya cinta dan stres
Dari stressor lalu kita ke reaksi,
Nah, lalu proses apa sih yang terjadi pada diri kita? Ternyata di dalam tubuh kita mengalami proses diproduksinya beberapa zat-zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba. Zat-zat tertentu ini dinamakan feromon.
Feromon adalah zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Sedangkan feromon yang diproduksi oleh hormon pada manusia merupakan sinyal kimia yang berada di udara yang tidak bisa dideteksi melalui bau-bauan tapi hanya bisa dirasakan oleh VMO (alat Bantu penciuman) di dalam hidung/indra pencium. Sinyal ini dihasilkan oleh jaringan kulit khusus yang terkonsentrasi di dalam lengan. Sinyal feromon ini diterima oleh VMO dan dijangkau oleh bagian otak bernama hipotalamus. Di sinilah terjadi perubahan hormon yang menghasilkan respons perilaku dan fisiologis.
Efeknya ialah membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin. Proses inilah yang disebut reaksi diri kita terhadap stressor.
Reaksi menimbulkan perubahan, dan pada saat kita jatuh cinta biasanya ada yang berubah dari diri kita. Perubahan (change) merupakan salah satu proses hidup yang berhubungan kuat dengan stres. Selain reaksi perubahan sistem di dalam tubuh kita, perubahan juga terjadi di luar tubuh kita seperti, perubahan pola makan, perbedaan detak jantung, pernafasan, hingga perubahan pola pikir atau mindset.

GENERAL ADAPTION

Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik.
Adaptasi merupakan salah satu sumber daya di dalam hidup manusia, akan tetapi banyak juga yang tak mengerti tentang general adaptasi..
Contoh kecil dari adaptasi:
Si toni pada awalnya anak orang kaya dari keluarga terhormat yang tinggal di salah satu perumahan kompleks aBri, dan diapun sudah merasa nyaman dengan lingkungannya yang sesuai dengan kepribadiaannya. Dia merasa senang sekali

jika bebicara, becanda, maupun nongkrong karena dia mempunyai general adaption yang tinggi. Tidak hanya di daerah kompleknya saja, di sekolahan nya pun dia banyak di gemari oleh teman-teman nya. Meski sekolahnya tak mewah namun dia dapat berinteraksi dengan baik.
Itu salah satu contoh kasusnya..
Ada 3 jenis dari adaption:
1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan.

2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adapatasi fisiologis adalah seperti pada binatang / hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.

3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.


KEPRIBADIAN MENURUT ROGERS, MASLOW DAN FROM

menurut Rogers        
Menurut Rogers kepribadian sehat adalah alkulturasi diri jadi manusia yang sadar dan rasiaona tidak lagi di control oleh peristiwa seperti pada masa kanak kanak.
Rogers membenarkan, bahwa pribadi cenderung untuk memotivasikan pengalamannya dengan dunia yang sebenarnya.Kenyataan ini memberikan pengetahuan yang dapat di sangkutkan pada dunia agar dia dapat bertingkah laku secara realities. Dan Rogers lebih melihat pada masa sekarang dan masa lampau akan mempengaruhi kehidupan nya pada masa sekarang yang akan pengaruhi pada kepribadiannya. Namun dia tetap focus pada yang terjadi sekarang atau yang lagi di kerjakannya. Rogers pun mengerjakan suatu kepribadian ini dengan cara menyimpang dari ilmu phenomenology murni. Menurutnya apa yang di alami manusia  atau yang sedang dipikirkan merukan suatu ciri yang di sebut hipotesis.
Self merupakan bagian medan phenomenal yang terdiferensikan dan terdiri dari pola pola pangamatan dan pelihatan sadar antar I and ME. Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
Organism adalah keseluruhan individu, pengalaman yang mempengaruhi kehidupan masing-masing manusia. Organism cenderung mempunyai dorongan dasar yaitu mempertahankan dan mengaktualisasikan dan mengembangkan diri.
Bagaimana cara manusia agar dapat membiasakan dirinya supaya bisa terstimuliuskan oleh sifat-sifat yang cenderung realitas.
*Lima ciri orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being)*:
Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.
Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik.
Perasaan Bebas
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan -paksaan atau rintangan -rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.
Kreativitas
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri -ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.


Sedangkan menurut Maslow        
Abraham Harold Maslow lahir pada tanggal 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Dia anak pertama dari tujuh bersaudara. Kedua orangtuanya adalah penganut yahudi tidak berpendidikan yang berimigrasi dari Rusia. Karena sangat berharap anak-anaknya berhasil di dunia baru, kedua orang tuanya memaksa Maslow dan saudara-saudaranya belajar keras agar meraih keberhasilan di bidang akademik. Tidak heran jika semasa kanak-kanak dan remaja, Maslow menjadi anak penyendiri dan menghabiskan hari-harinya dengan buku.
Maslow mendapat kedudukan dari departemen psikologi di Branders dari 1951 sampai 1969. disitu dia bertemu Kurt Goldstein, yang memberi ide atau pikiran tentang aktualisasi diri dalam bukunya yang terkenal, The Organism (1934). Disini juga dia memulai mengenalkan psikologi humanistik – sesuatu yang besar yang lebih penting untuk dia daripada teori yang dibuatnya.
Maslow mengembangkan gagasan ini lebih lanjut dan dikenal dengan sebutan hirearki kebutuhan:
Kebutuhan fisiologis. Ini termasuk kebutuhan akan oksigen, air, protein, garam, gula, kalsium, dan lainnya seperti mineral dan vitamin. Ini juga, termasuk kebutuhan untuk menjaga PH agar seimbang dan suhu yang sesuai. Dan juga, ada kebutuhan untuk aktif, istirahat, tidur, untuk melepaskan diri dari yang tidak dibutuhkan ( CO2, keringat, air kencing, dan kotoran ), untuk menjaga agar tidak sakit dan untuk memenuhi seks.
Kebutuhan rasa aman. Kalau kebutuhan fisiologis sudah diperhatikan, barulah lapisan kebutuhan kedua ini muncul. Anda akan semakin ingin menemukan situasi dan kondisi yang aman, stabil dan terlindung. Anda perlahan – lahan akan menginginkan struktur dan tatanan. Sebaliknya, jika kebutuhan lapisan kedua ini dilihat secara negatif, perhatian anda akan terfokus bukan pada persoalan lapar dan haus, tapi pada rasa takut dan kecemasan. Dikalangan orang-orang dewasa di amerika, kebutuhan ini akan terwujud dalam keinginan mereka yang sangat kuat untuk tinggal berdekatan dengan tetangga yang baik, pekerjaan yang aman, perencanaan masa pension yang matang, asuransi, dan lain sebagainya.
Kebutuhan cinta dan rindu (kebutuhan untuk dimiliki atau memiliki). Ketika kebutuhan fisiologis dan rasa aman sudah terpenuhi , kebutuhan lapisan ketiga pun muncul. Anda mulai merasa butuh teman, kekasih, anak dan bentuk hubungan berdasarkan perasaan Lainnya. Dilihat secara negative, anda akan semakin mencemaskan kesendirian dan kesepian. Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan ini dapat berbentuk keinginan untuk menikah, memiliki keluarga, menjadi bagian dari satu kelompok atau masyarakat.
Kebutuhan harga diri. Setelah itu kita akan mencari harga diri. Maslow mengatakan bahwa ada dua bentuk kebutuhan terhadap harga diri ini : bentuk yang lemah dan yang kuat. Bentuk yang lemah adalah kebutuhan kita untuk dihargai orang lain, kebutuhan terhadap status, kemuliaan, kehormatan, perhatian, reputasi, apresiasi bahkan dominasi. Sementara yang kuat adalah kebutuhan kita untuk percaya diri, kompetensi, kesuksesan, independensi dan kebebasan. Bentuk kedua ini lebih kuat karena sekali didapat kita tidak melepaskannya, berbeda dengan kebutuhan kita akan penghargaan orang lain.
Bentuk negative dari kebutuhan akan harga diri ini adalah rendah diri dan kompleks inferioritas. Maslow mwmbenarkan Adler ketika mengatakan bahwa masala inlah yang menjadi dasar masalah-masalah psikologis. Di Negara-negara modern, sebagian besar orang hanya mementingkan kebutuhan fisiologis dan rasa aman. Sering orang tidak terlalu memedulikan kebutuhan mereka akan cinta dan kerinduan.
Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengenal realita. Jadi manusia memiliki keinginan yang kuat untuk mengetahui, memahami buka saja tentang dirinya, tetapi juga diluar dirinya.
aktualisasi diri.Tingkat terakhir ini agak sedikit berbeda dengan empat tingkat sebelumnya. Maslow menyebut tingkat ini dengan istilah berbeda-beda: motivasi pertumbuhan (sebagai lawan dari motivasi devisit), kebutuhan-kebutuhan untuk ada (being-needs) atau B-Needs (sebagai lawan dari D-Needs). B-Needs adalah kebutuhan untuk aktualisasi-Diri. Kebutuhan-kebutuhan aktualisasi diri ini tidak memerlukan penyeimbangan atau homeostatis. Sekali diperoleh, dia akan terus dirasakan. Kebutuhan ini memang akan meningkat kalau kita “menyebarkannya”. Kebutuhan-kebutuhan ini mencakup hasrat untuk terus-menerus mewujudkan potensi-potensi diri, keinginan untuk “menjadi apa yang anda bisa”. Kebutuhan ini lebih merupakan persoalan menjadi yang sempurna, menjadi “Anda” yang sebenarnya. Oleh karena itulah kebutuhan ini disebut aktualisasi-diri.
Meta Kebutuhan dan Mega Patologi
Cara lain yang ditempuh Maslow untuk mengetahui apakah sesungguhnya aktualisasi-diri adalah dengan menyelidiki apa yang menjadi kebutuhan paling dasar (B-needs) orang-orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Kebutuhan-kebutuhan yang ingin mereka penuhi demi kebahagiaan adalah:Kebenaran, bukan kepalsuan.Kebaikan, bukan kejahatan .Keindahan, bukan sesuatu yang jelek atau vulgar.Kesatuan, kemenyeluruhan dan penghilangan oposisi biner, bukan pilihan-pilihan sekehendak hati.Kehidupan yang hidup, bukan kematian atau kehidupan bagai mesin.Keunikan, bukan keseragaman.Kesempurnaan dan kepastian, bukan hal yang asal-asalan, ketidakkonsistenan atau kebetulan.Penyelesaian, bukan keterbengkalaian.Keadilan dan keteraturan, bukan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.Kesederhanaan,
Teori kepribadian menurut fromm.
Pusatan perhatian menjadi unsure struktur dalam kehidupan manusia, yang akan pada akhirnya membentuk sebuah anggota sehingga anggota tersebut dapat di nilai pada masyarakat luas.
Manusia terlahir dengan keadaan terpisah dari alam dan dari semestanya, untuk mempersatukan nya dengan cara bagaimana mencintai seseorang atau mempersatukan dan menemukan keamanan kelarasan dalam social di masyarakat otoriter. Karena manusia memiliki pikiran yang mampu membuat dirinya menjadi lebih baik dari pada jiwa yang ada dalam batinnya. Perhatian untuk rasa tanggung jawab juga harus di miliki agar keseimbangan atau balance pada manusia menjadi berguna. Pada dasarnya manusia memiliki rasa kesedihan sehingga dalam kaitan nya manusia akan kurang menanggapi hal-hal, dan ini disebutkan oleh fromm dalam artian tidak sehat mental.
            Kebutuhan akan keberhubangan kebutuhan adalah  secara spesifik aktif dan produktif mencintai seseorang. Untuk menciptakannya kebutuhan ini akan memunculkan potensi-potensi batiniah yang di tentukan oleh dasar struktur dimana dia hidup dan kepribadiannya yang berkembang yang di berikan oleh masyarakat tertentu.
            Manusia setelah menemukan pengalamannya lewat sebuah sexsual, itu akan memberikan kepuasan puncak, karena pada dasarnya manusia hanya mencari kepuasan yang begitu sensual sehingga apabila merasakan pengalamannya lewat sebuah sexsual maka kepuasannya sudah terpenuhi. Dengan ini manusia terpengaruh pada dunia luar atau merasa sungguh kehilangan jika ditinggal mati atau pergi.
            Apabila berwatak produktif untuk memberikan potensi yang begitu tinggi itu akan justru memberikan kekuatan batin dan kekayaan yang membuatnya merasa bahagia. Dan orang kaya bukan lah orang yang banyak memegang harta

Daftar Pustaka :

Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang.
Boeree, CG. (1997) .Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. (Alih bahasa: Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta : Primasophie.

Koeswara, E. (1991) Teori-teori Kepribadian. Bandung Eresco.

Semiun, Yustinus. (2006) Teori Kepribadian & Terapi Psikoanalitik Fromm. Yogyakarta: Kanisius.

Sumadi Suryabrata. (2005) Psikologi Kepribadian bab I. Jakarta : CV Rajawali.

Allport,G,W,,personality a kepribaidian interprestasion.Henry holt and Co,New York,1937


Sabtu, 12 Maret 2011

KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT PSIKOANALISIS,BEHAVIORISTIS HUMANISTIK DAN TEORI ALLPORt



Psikoanalisis di kembangkan oleh Sigmund freud, psikoanalisis dapat di pandang sebagai ilmu terapi dan sebagai aliran psikologi. Sebagai aliran psikoanalisis banyak berbicara mengenai aliran khususnya dari segi sruktur,dinamika maupun perkembangan.
            1.struktur kepribadian
Menurut psikoanalisis kehidupan jiwa memiliki 3 tingkat kesadaran,
Yaitu:
a.      Sadar               (conscious)
b.      Prasadar          (preconscious)
c.       Tidak sadar     (unconscious)

Teori tentang kejiwaan hanya melibatkan ke 3 unsur tersebut. Freud berpendapat bahwa ada 3 unsur yang merasuki kepribadian manusia yaitu super ego, ego, the id.

The Id adalah Aspek kepribadian yang dimiliki individu sejak lahir. Jadi Id merupakan sumber pembawaab manusia dari lahir. Fungsinya mempertahankan konstansi atau keseimbangan contohnya: Rasa lapar dan Haus muncul, manusia akan mempertahankan hidupnya dengan mencari makanan serta minuman. The id berfungsi untuk  kesenangan dan munculnya manifestasi dalam rangkaian membawa individu kedalam keadaan seimbang, jika ini terpenuhi maka rasa senang ataupun puas akan di peroleh.

Sedangkan Ego adalah Aspek kepribadian yang di peroleh sebagai hasil individu dengan lingkungannya. Misal ketika individu lapar secara realistis hanya dapat diatasi dengan makan. Dalam hal ini das Ich mempertimbangkan bagaimana cara memperoleh makanan. Dan jika kemudian terdapat makanan, apakah makanan tersebut layak untuk dimakan atau tidak. Dengan demikian das Ich dalam berfungsinya melibatkan proses kejiwaan yang tidak simple dan untuk itu Freud menyebut perlengkapan untuk berfungsinya das Ich dengan proses sekunder.
Yang terakhir Super Ego adalah aspek sosiologis dari kepribadian, yang isinya berupa nilai-nilai atau aturan-aturan yang sifatnya normative. Menurut Freud das Ueber Ich terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai dari figur-figur yang berperan, berpengaruh atau berarti bagi individu. Aspek kkepribadian ini memiliki fungsi : 

1) Sebagai pengendali Super Ego agar dorongan-dorongan Super ego disalurkan dalam bentuk aktivitas yang dapoat diterima masyarakat;.
2) mengarahkan  pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral;
3) mendorong individu kepada kesempurnaan.
Dalam menjalankan tugasnya  dilengkapi dengan conscientia atau nurani dan ego ideal. Freud menyatakan bahwa conscentia berkembang melalui internalisasi dari peri-ngatan dan hukuman, sedangkan ego ideal berasal dari pujian dan contoh-contoh positif yang diberikan kepada anak-anak.


Menurut Behaviorisme:
            Teori  behaviorisme adalah menganggap prilaku seseorang dengan semua aspek hasil dari belajar dan hal ini di dapatkan hasil dari social dengan dunia luar. Watson adalah salah seorang behaviorist yang datang sesudah Thorndike. Dan Dia lahir di America Srikat (1878-1958). Pengaruh terhadap perkembangan kepribadian terletak pada upaya2 dan anjuran untuk memandang, meneliti tingkah laku manusia secara objek. Perspektif teori Watson lebih ditekankan pada perubahan tingkah laku belajar yang harus dapat diamati (observable behavior). Menurut Watson kegagalan utama Thorndike adalah membuka peluang kepada proses mental yang tidak dapat diamati, sehingga bagi Watson teori Thorndike tidak memiliki justifikasi empirik untuk sebuah teori  ilmiah.
Akibat dari penekanan terhadap obsevable behavior semacam ini, Watson cenderung mengabaikan berbagai proses perubahan mental yang mungkin saja terjadi dalam belajar. Pengabaian Watson tersebut lebih didasarkan pada pertimbangan teknis pengukuran perilaku, sebab menurutnya proses perubahan mental yang tidak tampak menyebabkan adanya kesulitan untuk menentukan apakah seseorang telah belajar atau belum. Dengan asumsi semacam ini terlihat sekali bahwa Watson sangat berkepentingan untuk mensejajarkan teorinya dengan natural science yang sangat berorientasi pada fakta empirik yang bersifat kuantitatif.
            Merupakan stimulus yang mempengaruhi prilaku, sebab jika tak ada behaviori pada diri seseorang maka akan terjadilah istilah dalam kombinasi  resspon. Behaviori adalah bahwa seluruh prilaku manusia bisa di jelaskan sepenuhnya dalam artian Reflek, Asosiasi, stimulus-respon serta efek kepada mereka yang tidak termasuk mental. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia, aliran ini berkembang di AS, merupakan lanjutan dari fungsionalisme.

            dalam aliran Behaviorisme, manusia dipandang sebagai makhluk individu yang pada hakikatnya bukan individu yang baik atau yang jahat. Akan tetapi Individu yang selalu berada dalam keadaan sedang mengalami, memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu pada semua jenis prilaku.
Prinsip dasar behaviorisme:
1) Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak
2) Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari.
3) Penganjur utama adalah Watson : overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar.
4) Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi.
5) Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi.
6) Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991 dan Leahey, 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan.



Menurut Humanistik:
Aliran ini berkembang pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran psikoanalisis. Aliran humanistic ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Istilah psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari suatu kebutuhan yang berdasarkan kepada kirarki. Dalam psikologi humanistic lebih penuh harapan dan penuh ke optimisan tentang manusia, dan yakin bahwa setiap diri seseorang mempunyai potensi-potensi yang di sebabkan oleh pengaruh  oleh sifat menjerat ataupun keliru dari latihan yang di berikan oleh orang tua maupun dari bentuk social.
alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force) karena humanistik muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa.
Kepribadian yang sehat menurut humanistic, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4) Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.

MENURUT ALLPORT
            Allport menyatakan bahwa masalah masalah empiris ditunjukkan pada awal karyanya. Tidak untuk mendapatkan suatu kesatuan metedologi dan teori. Baginya kepribadian adalah masalah yang harus di hadapi dengan cara yang sebaik mungkin maka dari itu lah dia dapat memperhatikan desas desus.radio,prasangka dan kepercayaan serta sikap manusia pada umumnya.Struktur dinamika kepribadian menurutnya dapat di pergunakan dalam rangka pembicaran struktur,dinamika dan perkembangan kepribadian. Teori ini dinyatakan dalam bentuk sifat-sifat maupun dan tingkah laku yang di dorong oleh sifat-sifat. Jadi dinamika dan struktur kepribadian satu atau sama.
            Sikap allport banyak sekali konsepsi dalam artian diterimanya dalam suatu yang berguna untuk memahami tingkah laku manusia, dan allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian reflex bersyarat,kebiasaan dan sikap maupun sifat diri (self). Kita tahu bahwa allport ini menamakan kepribadiannya dalam bentuk latin yaitu “TRAIT PSYCHOLOGY”
Kepribadian watak manusia di definisikan dan bukan lah suatu yang boleh di pandang enteng.
1.      Definisi etymologi
2.      Arti  teologis
3.      Arti filosofis
4.      Arti yuridis
5.      Arti sosiologis
6.      Arti lahiriah (biososial)
7.      Arti psikologi

Definisi ini kiranya menjelaskan maksud atau kaedah dalam arti yang sesuai makna. Allport menambahkan bahwa dalam diri manusia tersebut  terdapat 2 bagian.
1 WATAK
2 TEMPRAMEN

Watak adalah kepribadian yang sering digunakan secara bertukar tukar. Namun allport menunjukan bahwa kata watak sering di sebut dengan arti normative dan menyatakan arti karakter masing masing manusia sering melakukan perubahan.
Sedangkan Tempramen adalah Kepribadian yang sering di kacaukan dengan sifat yang labil. Namun sebenarnya mengakui adanya perbedaan diantara keduanya. Tempramen diposisikan yang sangat erat hubungan nya dengan factor –faktor biologis atau fisiologis.
Bagi allport Tempramen adalah bagian khusus dari kepribadian yang diberikan atas definisi karakteristik dari sifat emosi,individu,termasuk juga tidak mudah terkena rangsangan emosi,kekuatan serta cepatnya reaksi.


Referensi:



Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma. 

Dahlani, Ifdil. Konseling Psikoanalisis Klasik (Sigmund Freud). Diperoleh 8 Oktober 2009, dari http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=84&Itemid=93
Kuntjojo. (30 Juni 2009). Kepribadian menurut Paradigma Humanistik. Diperoleh 8 Oktober 2009, dari http://ebekunt.wordpress.com/2009/06/30/kepribadian-menurut-paradigma-humanistik/

Panggabean, Hana. Behaviorisme. Diperoleh 8 Oktober 2009, dari

http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/behaviorisme.html
Panggabean, Hana. Humanistic. Diperoleh 8 Oktober 2009 

Semiun, Yustinus. (2006) Teori Kepribadian & Terapi Psikoanalitik Fromm. Yogyakarta: Kanisius.