Sabtu, 17 Desember 2011

cerita terinpirasinya lagu punk rock jalanan


Tersebutlah seorang pemuda berusia 15 tahun. Namanya Tigor bersekolah kelas 3 SMP Kartika Balikpapan. Lahir di keluarga baik-baik. Konon ceritanya keluarganya yang tadinya kaya-raya mendadak jatuh miskin karena perusahaan sang ayah yang bergerak di bidang kontraktor sipil gulung tikar. Di tengah hobinya bergabung dengan klub BMX, Tigor tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk menyalurkan hobinya itu lebih dalam…yaitu memakai barang-barang bermerk di tubuhnya, membeli ornamen-ornamen untuk sepedanya, dan sebagainya.

Belum lagi ejekan dari teman-teman satu klub yang selalu diterimanya. Sementara di satu sisi, terdapat sebuah klub juga yang menamai diri mereka ‘street guys‘. Dalam jiwanya yang labil, Tigor akhirnya membelot. Anak-anak ‘street‘ jiwa kekeluargaannya lebih besar dibanding anak-anak BMX yang berasal dari keluarga ‘berada’. Tigor mulai merokok, bahkan untuk anak seusianya yang masih tergolong belia, ia sudah mulai mengenal alkohol. Orang tuanya tak henti-henti menasehatinya, tapi doktrin punk terlalu kuat…isinya antara lain “Nazi fuck…polisi anjing…kita bukan budak, jangan mau disuruh-suruh…kami anti kemapanan!!!”. Orang tuanya hanya bisa mengurut-urut dada saja ketika Tigor membantah sewaktu disuruh membuang sampah rumah tangga mereka di tempat pembuangan sampah yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Hingga suatu waktu sang ayah marah besar ketika Tigor membentak beliau hanya karna disuruh pergi ke warung makan. Kemarahan sang ayah membuat Tigor begitu sakit hati karena Tigor belum pernah melihat sang ayah semarah itu kepadanya. Tigor pergi dari rumah tanpa membawa baju ganti satupun. Ia pergi bersama kumpulan barunya yaitu ‘street guys‘ ato lebih kita kenal dengan nama anak punk yang sesungguhnya keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat sekitar dan selalu membuat para polisi jengkel. Di sinilah petualangan Tigor dimulai. Bersama kumpulan barunya ia ikut mengamen di lampu merah, jika lapar dan tidak cukup uang ia mentegakan dirinya mengorek-ngorek tempat sampah demi mengobati perutnya yang sangat kelaparan. Sementara ayah dan ibunya menangis berhari-hari di rumah, berharap Tigor, anak laki-laki satu-satunya mereka segera pulang ke rumah. Tigor memiliki seorang kakak perempuan yang kemudian diasuh oleh tantenya setelah mereka jatuh miskin. Akhirnya suatu saat ibunya mendapati anak lelakinya itu sedang mengorek sebuah tong sampah. Kulitnya bertambah hitam, tubuh jangkungnya terlihat semakin kurus, rambutnya yang hitam legam bagus berubah menjadi model mohawk yang tak beraturan dan berwarna merah yang entah mungkin dari cat rambut murahan. Ibunya menangis melihat anaknya itu dan memintanya pulang ke rumah. Tapi Tigor tetap membantah sampai akhirnya temannya membujuknya untuk pulang…dan pulanglah ia. Ayahnya mulai mengalah padanya. Motor satu-satunya yang tersisa di rumah itu khusus untuk Tigor pakai. Tigor mulai mau sekolah lagi, tapi di akhir pekan, tak ada yang bisa menghalangi langkahnya untuk pergi ke Samarinda, 2 setengah jam dari Balikpapan waktu tempuhnya, bersama anak-anak punk. Namun ayah dan ibunya tak begitu khawatir karena di Samarinda banyak tante-tante dan sepupunya. Sampai akhirnya ia berkenalan dengan seorang gadis kelas 3 SMP di SMPN 2 Samarinda bernama Liza. Kebetulan Liza adalah teman satu sekolah sepupunya. Tigor pulang ke Balikpapan dengan hati berbunga-bunga. Bertambah rajinlah ia berkunjung ke Samarinda karena gadis bernama Liza ini. Orang tuanya sungguh khawatir sesuatu terjadi padanya sepanjang perjalanan lintas kota itu. Akhirnya kelulusan tiba juga. Tigor masuk ke STM Swasta satu-satunya di Balikpapan, jurusan elektro. Belum selesai cobaan yang harus Tigor dan keluarganya terima, berawal dari kecurigaan kedua orang tuanya kalau si anak buta warna karena Tigor sangat susah membedakan antara warna merah muda dan hijau, ditambah lagi dengan sang ayah adalah seorang yang buta warna. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas, namun kata puskesmas hanyalah kurang latihan. Oleh karena itu kedua orang tuanya tetap nekad memasukkan ke STM yang terdekat dari rumahnya.Namun karena sudah dilatih berulang-ulang si Tigor belum juga bisa menghafal warna-warna tersebut, dengan bantuan sang tante, kemudian Tigor kembali untuk melakukan pemeriksaan dan dibawa ke dokter spesialis mata. Tigor dinyatakan buta warna parsial (60%). Bermaksud baik, sang ibu membawa surat pernyataan dari dokter itu ke pihak sekolahnya agar anaknya dipindahkan jurusan ke jurusan otomotif saja. Ternyata pihak sekolah malah beranggapan bahwa anak buta warna sama sekali tidak bisa masuk di STM di jurusan apapun, jadi lebih baik pindah ke sekolah umum saja. Padahal STM tersebut sebelumnya tidak melakukan test buta warna terhadap calon-calon siswanya maupun meminta surat pernyataan tidak buta warna terlebih dahulu dari para calon siswanya, seperti yang dilakukan oleh STM negeri. Di sekolah teman-teman memperlakukannya seperti orang yang dikucilkan, sikap sang guru juga kurang baik kepadanya (karena Tigor memang bukan siswa teladan di sekolahnya). Akhirnya Tigor membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Ia hanya mempunyai ijazah SMP dan tambah menjadi-jadi kehidupan malam dijalaninya di usianya yang baru 16 tahun itu. Suatu hari yang paling membuat orang tuanya shock adalah Tigor yang baru pulang dari Samarinda, membawa Liza pacarnya ke rumah. Saat itu memang sang kakak sedang nginap juga di rumahnya. Ketika ditanya oleh orang tuanya, katanya si Liza akan menginap semalam, mau jalan-jalan dulu di Balikpapan, tidurnya bareng kakaknya saja. Ketika orang tuanya menanyai Liza apakah sudah ijin kepada orang tuanya, Liza bilang sudah. Walau masih sedikit curiga karena Liza masih menggunakan seragam pramuka, namun orang tua Tigor cukup lega karena menurut Liza ia sudah meminta ijin sebelum ke Balikpapan. Sampai kemudian terjadi kehebohan besar. Tantenya Tigor telpon ke rumah menanyai Tigor tentang keberadaan Liza karena orang tua Liza membuat ribut di rumah tantenya tersebut. Ketika mengetahui Tigor membawa Liza ke Balikpapan, tantenya langsung menyuruh mamanya Liza berbicara sendiri kepada ibunya Tigor. Ibu meminta mamanya Liza untuk tidak terlalu khawatir, namun mamanya Liza tetap bersikukuh meminta alamat Tigor di Balikpapan. Di tengah tidur pulasnya Liza, jam 4 subhu, orang tuanya menjemput menggunakan taxi argo. Mereka tampak sangat khawatir karena Liza adalah anak semata-wayang mereka. Akhirnya Liza dilarang orang tuanya menemui Tigor lagi. Tigor datang ke Samarinda sudah tidak disambut baik lagi oleh keluarganya Liza. Orang tua Liza tidak suka Tigor bergaul dengan Liza karena Tigor hanyalah seorang yang lulusan SMP, dan seorang punker. Liza berasal dari keluarga kaya. Tigor patah hati berat dengan Liza. Tigor mencoba untuk bunuh diri, namun teman-teman satu kumpulannya mencegahnya. Kehidupan Tigor tambah lekat pada kehidupan punk. Waktunya habis untuk mengamen dan berkumpul bersama anak-anak punk di jalanan. Puskib adalah tempat berkumpulnya mereka. Lampu merah adalah tempat mereka mengamen. Lagu andalan anak-anak punk berjudul “Punk Rock Jalanan”. Lagu itu selalu Tigor nyanyikan saat mengamen, karena Tigor merasa bahwa lagu itu sangat sesuai untuknya, dia memang seorang “Punk Rock Jalanan”. Sewaktu orang tuanya memohonnya melepaskan diri dari punk, Tigor berkata, “Bu, mereka juga keluargaku. Sewaktu motorku kehabisan bensin di kilometer 20-an, di tengah hutan sana, aku menghubungi seorangpun temanku tak ada yang bisa datang menolongku, tapi ketika aku menelpon Dedy, salah seorang teman punk, semua anak punk Balikpapan datang menghampiriku, jalan kaki mereka dari kota demi aku, menemaniku mendorong motor sampai aku bisa mengisi bensin motorku. Aku menangis dalam hati saat itu. Karena sebenarnya saat itu aku sudah ingin lepas dari mereka. Saat Liza meninggalkanku, punk tidak pernah meninggalkanku.”
Orang tuanya terharu dan tidak sanggup berkata apapun lagi. Punk memang meresahkan masyarakat, mungkin karena mereka terkesan urakan, tapi sikap kekeluargaan mereka terhadap sesamanya patut diacungi jempol. Begitulah kisah Tigor, Punk Rock Jalanan. thx
Lirik Punk Rock Jalanan (Versi 1)
sungguhku menyesal
telah mengenal dia
dan aku kecewa
tlah menyayanginya
dan aku tak akan
mengulang kedua kalinya…
kusimpan rindu dihati
gelisah tak menentu
berawal dari, kita bertemu
kau akan kujaga
kuingin engkau mengerti
betapa kau ku cinta
hanya padamu aku bersumpah
kau akan kujaga sampai mati
kuingin tau siapa namamu
dan kuingin tau dimana rumahmu
walau sampai akhir hayat ini…
jalan hidup kita berbeda
aku hanyalah punk rock jalanan
yang tak punya harta berlimpah
untuk dirimu sayang…
kutunggu kau kutunggu
kunanti kau kunanti
walau sampai akhir hayat ini (2x)
kukira kau setia padaku
ternyata kau menduakanku
diriku akhirnya tak menduga…
kukesal kini kualami
perjalanan cinta selama dulu
kukira kau bosan padaku…
ternyata kau menduakanku..
dulu kau berjanji
akan sehidup semati..(itu gombal)
dan aku kecewa telah menyayanginya
dan aku tak akan mengulang kedua kalinya…
kusimpan rindu dihati
gelisah tak menentu
berawal dari kita bertemu
kau akan ku jaga (sampai mati)
kuingin engkau mengerti
betapa kau kucinta
hanya padamu aku bersumpah
kau akan kujaga selamanya.
kuingin tau siapa yg menyayangimu
dan kuingin tau ku menyayangimu
walau sampai akhir hayat ini…

jalan hidup kita berbeda
aku hanyalah punk rock jalanan
yang tak punya mobil mewah
tuk dirimu sayang

hidup lah dengan mataku


“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.
***
Dalam gelapnya malam yang di terangi sinar bulan dan bertabur bintang terlihat adhi yang sedang duduk di teras depan rumah bibinya, melihat adhi sendirian vhie segera menghampirinya.
“Hei…. Sendirian aja mas, boleh gak gue nemenin ?”
“nemenin tidur !!”
Canda adhi,
“sialan lo….!! Nemenin duduklah”
“duduk tingal duduk pake basa basi segala lo”
Tanpa komentar lagi vhie lekas duduk di samping adhi.
“Eh… gimana tuh kabarnya syanta ?”
Tanya vhie yang seakan meledek adhi,
“ga tau !!!”
Ucap adhi singkat_
“bukannya lo buntutnya dia ?, dimana ada dia pasti di situ ada lo!!”
“Auah…….. ngapain si bicarain dia”
“kelihatannya lo lagi kesel banget nih sama dia”
“Iya gue kesel sama dia !!!!”
“santai ajalah bicaranya, mang lo kesel kenapa ?”
“mau tau aja lo !”
“yeh di tanyanya………”
“vhie, tau ga lo syanta tuh pengen banget bisa melihat”
“yeh semua orang buta juga pengen bisa melihat, asal lo tau ya dhi keluarganya tuh dari dulu udah berusaha untuk mencari pendonor untuk syanta, tapi mana ada orang yang mau mendonorkan matanya rugi banget, sekalinya ada orang yang udah meninggal tapi ga cocok”
“pasti ada seseorang yang mau memberikan matanya buat syanta’
“Siapa orangnya…..?”
“gue…..!!!”
“bercanda lo….?”
“serius, gue pengen syanta bisa melihat dari lahir sampai sekarang yang dia lihat henyalah kegelapan”
Mendengar kata-kata adhi, vhie hanya tersenyum tipis….
“lo tuh harus berfikir panjang dhi, jangan seenaknya aja ngambil keputusan seperti itu, secara lo itu seorang penulis kalau saja lo ga bisa melihat gimana lo mau kerja dan lo ga akan bisa kemana-mana tanpa ada seseorang yang menemani lo dhi”
Ucap vhie yang meyakinkan keputusaannya adhi,
“gue ga peduli vhi, gue sayang sama dia dan gue akan ngelakuin apa saja untuknya, lagi pula gue udah puas melihat dunia dan kehidupan ini, sekarang saatnya dia merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan”
“Lo udah bener-bener kena virus cinta dhi, asal lo tau cinta yang seperti ini hanya memberi penderitaan buat lo….”
Adhi tetap kekeh dengan keputusaanya dan tak mempedulikan saran spupunya itu.
***
Setelah berfikir matang-matang adhi memutuskan untuk mendonorkan kedua bola matanya untuk syanta, keesokan paginya ia bergegas pergi kerumah sakit untuk berkonsultasi pada dokter mata, setelah melakukan pembicaran dan persetujuan dengan dokter dan keluarga syanta akhirnya mereka sepakat untuk adhi mendonorkan matanya dengan syarat syanta tidak boleh mengetahui hal ini.
Setelah mendapat kabar dari orang tuanya akan ada seseorang yang akan mendonorkan matanya untuk syanta, syanta merasa bahagia sekali atas kabar itu ternyata apa yang di impikannya terwujud, tanpa ragu ia menelpon adhi
Adhi : Halooo
Syanta : Adhi….
Adhi : iya syanta, ada apa ?
Syanta : kamu tau gak, aku tuh hari ini bahagia banget,
Adhi : bahagia kenapa,,,,?
Syanta : ada seseorang yang mendonorkan matanya untuk aku,
Adhi : Lalu ?
Syanta : jika aku bisa melihat orang yang pertama aku lihat adalah kamu, lalu pendonor itu, keluargaku, dan semuanya.
Adhi : Hhee….
Syanta : ko, kamu malah tertawa sih,,?
Adhi : yah aku bahagia aja, karna sebentar lagi aku akan mempunyai pacar yang dapat melihat.
Syanta : aku maksud kamu,,,,?
Adhi : Iya………
Syanta : Ih…. Pd banget kamu, oh iya aku mau nanti sore kita ketempat biasa, aku mau menghirup udara sejuk itu yang terakhir, dan untuk selanjutnya aku akan melihatnya tempat itu untuk yang pertama kalinya.
Adhi : Iya-iya nanti sore aku akan jemput kamu.
Syanta : Yaudah aku tunggu nanti sore, makasih adhiii…….
Setelah melakukan pembicaraan dengan syanta melalui telpon adhi meneruskan pembicaraanya dengan dokter dan orang tua syanta.
“Jadi kapan operasinya akan di lakukan dok ?”
Tanya adhi pada dokter itu,
“sebelum oprasi di lakukan sebaiknya anda di periksa terlebih dahulu, apakah kornea mata anda cocok dengan kornea mata syanta”
“Kalau begitu bisa kita mulai pemeriksaannya sekarang”
Sambung dokter itu,
“yasudah dok….”
Jawab adhi menyetujuinya, sesaat adhi dan beberapa dokter mata memasuki ruang pemariksaan, adhi di periksa mulai dari golongan darah sampai kesehatannya apakah cocok untuk menjadi pendonor. Setelah melalui proses pemeriksaan yang menghabiskan waktu sekitar satu jam akhirnya dokter memutuskan adhi cocok untuk mendonorkan matanya, proses operasi akan di lakukan esok hari tingal menunggu kesiapan mental adhi dan syanta saja untuk melakukan operasi.
***
Setelah aktivitas yang melelahkan itu adhi tak lupa dengan janjinya pada syanta seraya akan menemuinya di puncak pinggir perkebunan teh. Ia berjalan seorang diri menuju tepi puncak itu sesampainya terlihat syanta yang sedang duduk sendiri menunggu kedatangan adhi.
“syanta dengan siapa kamu kemari ?”
Tanya adhi yang terheran melihat syanta sudah berada di situ seorang diri,
“Bibi yang mengantarkan aku kesini, dan sekarang ia sudah kembali”
“Oh….”
Tanpa bicara panjang lebar ia segera duduk disamping kanan syanta,
“dhi, aku sudah gak sabar nih ingin melihat !!”
Adhi hanya tersenyum mendengar harapan syanta,
“sungguh baik sekali orang yang mendonorkan matanya itu, padahal kata ibu pendonor itu masih hidup dhi”
“Kamu harus bersyukur syanta karna masih ada orang yang seperti itu”
“oh iya dhi, apakah masih ada sedikit saja rasa sayang kamu untuk aku ?”
“maksud kamu syanta ?”
Adhi kaget mendengar ucapan syanta yang tidak pernah selama ini ia terucap dari bibirnya.
“maksud ku, apa kamu masih menyimpan perasaan sama aku ?”
“perasaan aku ke kamu, ga secepat itu hilang, jadi aku masih menyimpan harapan sama kamu, kenapa kamu bertanya seperti itu syanta ?”
Tanya adhi terheran,
“karna sebenarnya aku juga memendam perasaan dhi sama kamu, hanya karna ketidak sempurnaan ku, aku merasa tidak pantas mendampingimu”
“kamu bodoh syanta, cinta itu buta, cinta itu menerima apa adanya jadi aku ga peduli apapun yang terjadi sama kamu, dengan tulus aku menerima kekurangan kamu.”
“aku ga mau dhi kalau kamu harus menderita hanya karena mempunyai kekasih yang tidak sempurna”
Adhi hanya terdiam,
“dhi kalau nanti aku dapat melihat, aku mau mencintai kamu dengan tulus”
“Sungguh apa yang kamu katakan itu syanta ?”
“Iya, dhi karna selama ini orang yang dapat memberikan aku kenyamanan hanya kamu”
Adhi sangat bahagia mendengar ucapan syanta yang secara tiba-tiba,
“dhi, pasti tempat ini indah sekali aku tidak sabar ingin melihatnya”
“benar syanta, tempat ini begitu indah”
Mereka sejenak terdiam adhi mulai mendekap erat tubuh syanta dengan kasih sayang yang begitu dalam
***
Keesokan paginya adhi terbangun dari tidurnya yang lelap, hari ini adalah hari terakhir ia melihat dunia, ia mulai mencuci wajahnya dan pergi keluar halaman rumah memandang alam yang begitu asri dan udara yang sangat sejuk ia berfikir mungkin syanta akan bahagia jika ia dapat melihat ini semua, tanpa fikir panjang ia segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan pencangkokan mata untuk syanta, sesaat ia ingin pergi didepan teras ia bertemu dengan vhie (sepupu adhi)
”kamu ingin kemana dhi ?”
Tanya vhie curiga,
”hari ini aku dan syanta akan melakukan pencangkokan mata”
Jawab adhi ragu
”apa kamu yakin dengan semua itu dhi, apa kamu sudah berfikir matang-
matang, ini bukan perkara sepele dhi kalau kamu tidak yakin sebaiknya jangan dari pada nanti kamu akan menyesal”
ucap vhie yang seakan tidak ingin adhi melakukan ini semua,
”aku yakin vhie, aku sudah memikirkan semuanya sudah cukup puas aku melihat pahit dan manisnya kehidupan ini, namun sedikitpun syanta tidak pernah melihat indahnya dunia ini, jadi aku akan memberikan kebahagiaan untuknya biarlah semua ini terjadi aku ikhlas memberikan kedua mata ku ini”
Mendengar penjelasan adhi vhie tidak dapat berbuat apa-apa ia hanya terdiam dengan matanya berkaca-kaca, begitu besarnya rasa sayang adhi terhadap syanta,
”vhie aku berangkat dulu ya ?”
Pamit adhi padanya, adhi mulai pergi dari hadapan vhie dan ia lekas pergi kerumah sakit sendiri dengan menggunakan sepeda motornya. Sesampainya dirumah sakit terlihat syanta dan keluarganya sedang menunggu kedatangan adhi, namun syanta masih tidak mengetahui bahwa seseorang yang mendonorkan matanya adalah adhi. Adhi lekas menemui dokter sepesialis mata yang akan menanganinya.
”Bagaimana dok, apa operasinya sudah dapat dilakukan ?”
Tanya adhi pada salah satu dokter itu,
”kalau anda sudah siap operasinya akan segera dilaksanakan”
Jawab doter itu seakan meyakinkan adhi,
”saya sudah siap dok,,,,!”
Balas adhi singkat. Adhi sudah siap syanta pun begitu mereka segera masuk keruang operasi untuk melakukan transfusi mata, operasi itu memakan waktu yang cukup lama dengan dibantu beberapa spesialis dokter mata operasi itu berjalan dengan lancar namun adhi dan syanta belum sadarkan diri, seluruh keluarga syanta hawatir dengan keadaan adhi dan syanta apakah mereka akan baik-baik saja, waktu terus mengalir bagaikan air gelap pun sudah menyelimuti langit seluruh keluarga telah lelah menanti kesadaran adhi dan syanta mereka meninggalkan rumah sakit dan kembali kerumah masing-masing.
Malam semakin laut disisi lain vhie tidak henti-hentinya memikirkan keadaan adhi ia berfikir mengapa adhi begitu mau mendonorkan matanya hanya untuk seorang wanita yang sangat dicintainya.
Senja mulai tiba perlahan adhi mulai sadar dari biusan obat yang membuatnya tak sadarkan diri, ia merasakan kegelapan disekelilingnya ia mulai menyadari dirinya sudah tak dapat melihat lagi namun ia tidak merasa sedih dengan keadaannya, ia terdiam sejenak berfikir bagaimana keadaan syanta, mengapa disaat keadaannya yang begitu buruk ia masih bisa memikirkan orang lain. Sesaat salah seorang perawat datang keruang itu untuk memeriksa adhi, suster itu mendekat ke tubuh adhi dan memberikan suntikan yang ditancapkan dipergelangan tangan kanan adhi.
”suster,,,,,”
Sapa adhi,
”ada apa mas ?”
Jawabnya singkat
”kapan saya bisa keluar dari rumah sakit ini sus ?”
”kalau keadaan mas sudah membaik mungkin mas sudah dapat keluar”
”lalu bagaimana dengan keadaan syanta sus ?”
”hingga saat ini syanta masih belum sadarkan diri, mungkin dosis obat bius untuk syanta cukup banyak, tapi anda tidak usah hawatir ia baik-baik saja”
Mendengar kata-kata suster itu adhi merasa begitu tenang.
***
Andhing
Saat-saat yang sudah dinantikan akan tiba tak lama lagi perban yang menutupi mata syanta akan dilepas ia sudah tak sabar lagi ingin melihat semuanya, namun adhi begitu hawatir apa reaksi syanta jika melihat keadaanya, saat dokter mulai melepas perban yang menutupi mata syanta adhi tak menampakan dirinya dihadapan syanta. Perlahan syanta membuka kedua matanya terlihat dihadapanya beberapa dokter dan keluarganya ia begitu bahagia melihat ini semua ia bersyukur kepada tuhan dan memeluk kedua orang tuanya ia bertanya-tanya siapa seseorang yang telah baik mendonorkan matanya namun seluruh anggota keluarga termasuk dokter dan temannya masih merahasiakan identitas orang itu dari syanta, syanta pun bertanya dimana adhi kenapa ia tidak ada ditempat ini, vhie pun yang kebetulan berada disana menunjukan keberadaan adhi sekarang vhie mengajak syanta ketempat biasa dimana adhi dan syanta saling bertemu, setelah mealui jalan yang begitu melelahkan akhirnya mereka sampai ditempat itu, terlihat adhi yang sedang duduk terpaku disaung atas puncak perkebunan teh begitu bahagianya syanta melihat semua ini, ini adalah pertama kalinya ia melihat adhi dan tempat yang begitu indah yang sangat didambakannya selama ini, syanta mulai mendekat kearah adhi, menyadari kedatangan syanta adhi mulai terbangun dari tempat duduknya dan menyapa syanta, tanpa disadari bahwa adhi buta syanta lekas memeluk erat-erat tubuh adhi.
”benarkah kamu adhi ?”
Tanya syanta terheran
”iya syanta, inilah aku. Aku bahagia kamu bisa melihat aku”
Syanta hanya tersenyum tipis, mereka pun mulai duduk bersebelahan ketika syanta menulis sesuatu disecarik kertas yang bertuliskan I Love You dan adhi disuruh membacanya begitu panik adhi dengan apa yang dilakukan syanta dan ia tidak dapat membacanya, syanta bertanya tanya mengapa adhi hanya terdiam syanta mulai curiga ia melambaikan tangannya kedepan wajah adhi namun adhi masih tetap diam tanpa reflek apapun, akhirnya syanta mulai menyadari dengan keadaan adhi ia begitu kaget ternyata selama ini orang yang selalu menemaninya dan menjaganya ternyata tidak dapat melihat,
”adhi teryata kamu buta….. ga mungkin ini ga mungkin dhi.”
”beginilah aku syanta, apa dengan keadaan aku seperti ini kamu masih tetap dengan janji mu syanta”
”maafin aku dhi, aku ga bisa nepatin janji ku selama ini aku berharap seseorang yang akan mendampingiku sempurna bisa menjaga ku seutuhnya, dengan keadaan mu seperi ini sepertinya aku ga bisa”
syanta masih belum bisa menerima kenyataan ini tanpa sepatah katapun ia berlari meninggalkan adhi, menyadari kepergian syanta adhi hanta terdian menahan air mata yang mengalir dipipinya, ternyata begitulah cintanya syanta tidak tulus. Vhie yang masih tetap berdiri menunggu adhi dan syanta tidak percaya begitu teganya syanta melakukan semua ini, dengan rasa kasihan vhie mendekat kearah adhi dan berkata
”sudahlah dhi, ini semua takdir inilah jalan cinta yang kamu tempuh kamu sadarkan bagaimana syanta saat kamu terpuruk olehnya ia meninggalkanmu sendiri, kadang cinta tidak semanis yang kita bayangkan”
Adhi masih tetap terdiam menahan perihnya sakit dihati…….
Selang waktu berganti syanta tak sedikitpun menemui adhi, katika syanta sedang duduk sendiri memandang keindahan suasana puncak dimana ia dulu menghirup udara sejuk dari tempat itu ia menemui sebuah buku diery dibalik tikar saung, dibukanya diery itu dan di bacanya ternyata diery itu milik adhi. Di lembar pertama tertulis
8 Agustus 2009
Diery aku kangen banget sama syanta, tapi aku ga mungkin menemuinya karna sekarang sudah larut malam…. diery aku mau menelponnya tapi aku ga punya handphond dan syanta selalu menyuru aku mengucapkan kata-kata good nite untuknya jadi sekarang aku harus ke wartel menelpon syanta yah walaupun jaraknya cukup jauh aku rela.
10 Agustus 2009
Diery hari ini syanta menghinaku karna jaket yang aku pakai beli dengan harga yang sangat murah, aku sakit banget aku akuin aku bukan orang kaya aku tidak sebanding dengannya aku hanya seorang penulis yang selalu bermimpi yang tak pernah mempunyai penghasilan lebih,
12 Agustus 2009
Diery malam ini malam minggu syanta memintaku datang kerumahnya untuk menemaninya jarak rumahnya begitu jauh dan aku ga punya kendaraan. Ingin pinjam motor teman dipakai semua jadi aku terpaksa pakai sepeda tetangga ku walaupun sangat lelah aku mengayuh pedal sepeda itu hingga setelah pulang dari rumahnya kaki ku terasa begitu sakit.
13 Agustus 2009
Diery tanggal 17 nanti syanta ulang tahun aku ingin memberikan kado untunya tapi uangku tidak cukup, tadi eNdah menawarkanku meminjamkan uangnya kepada ku untuk beli kado tapi aku tidak mau menerimanya, aku tidak ingin memberikan hadiah untuk orang yang aku sayang dengan bantuan orang lain dan akhirnya ia menawariku untuk mengetikan tugas kampusnya dengan bayaran yang tidak begitu besar tapi cukup untuk membeli sebuah hadiah untuk syanta.
14 Agustus 2009
Diery syanta ingin sekali dapat melihat, sejak lahir hingga dewasa ia hanya dapat melihat kegelapan aku ingin sekali syanta bahagia, kebahagiaannya adalah dapat melihat dunia dan kehidupan ini keluarganya sudah berusaha mencari pendonor mata untuk syanta namun belum juga mendapatkannya, diery setelah ku fikirkan aku akan mendonorkan mataku untuk syanta, diery tadi juga aku mengungkapkan isi hatiku dengannya namun ia menolaku ia ingin menjadi kekasihku jika ia bisa melihat, dan aku memutuskan mendonrkan mataku untuknya agar cintaku dapat terbalaskan.
15 Agustus 2009
Diery hari ini aku dan syanta akan melakukan operasi pencangkokan mata, aku berharap operasi ini berjalan lancar dan syanta dapat menemukan kebahagiaannya…
Setelah enam hari terakhir ady menulis diery untuk hari ketujuh ia tidak dapat menulis diery lagi karna ia sudah tak dapat melihat, namun ia tak henti menulis diery ia menyuruh vhie menulisnya dengan di dikte…
Inilah diery terakhirnya
16 Agustus 2009
Diery hari ini syanta sudah dapat melihat, tadi siang ia menemui ku diperkebunan teh ditepi puncak, kata-katanya begitu menyakitkan ia dulu pernah berjanji jika dapat melihat ia akan membalas cintaku namun setelah ia mengetahui bahwa aku tidak dapat melihat ia pergi begitu saja meninggalkan ku dalam keterpurukan, teryata cinta dan janji manisnya hanyalah kepalsuan aku kecewa banget diery.
Setelah membaca diery yang di tulis adhi dalam satu minggu akhirya syanta menyadari kebodohannya, ia duduk terpaku merenung dan berkata dalam hatinya
”apa yang telah aku lakukan, adhi yang begitu tulus mencintaiku dengan bodohnya aku mengecewakannya aku yang selalu memberikan mines 10 karena ia tidak punya handphon namun plus 100 karena ia selalu mengucapkan good night dengan pergi ke wartel yang sangat jauh dan larut malam hanya untuk ku, mines 10 karena jaketnya murah dan plus 100 karena jaket yang sering ku hina itu pernah melindungi ku dari derasnya hujan walaupun ia sendiri merasa kedinginan, mines 10 karena aku yang sering memarahinya karena sering datang telat saat malam minggu namun plus 100 karna ia rela datang untuk menemani kesendiriannku walaupun dengan menggunakan sepeda hingga kakinya sering pegal dan terluka, teryata selama ini aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi mines 10 karna hadiah yang ia berikan hanya sebuah buku diery yang telah ditulisnya dan murahan ini namun plus 100 karna ia membeli buku ini dengan jerih payahnya dan buku ini yang telah membuka mata hati ku.
Setelah ia merenung ia menyesali perbuatannya dan ia lekas menemui adhi di rumahnya namun saat ia sampai di depan rumahnya terlihan bendera kuning memenuhi rumahnya ia terkaget dan bertanya siapa yang meninggal ternyata yang meninggal adalah adhi karna sebuah kecelakaan. Syanta melihat tuduh yang tergulai kaku dengan diselimuti kain kafan putih dan hanya terlihat wajah adhi yang berparas kesedihan, melihat itu air mata syanta mulai berkaca-kaca.
Di tengah keheningan itu tiba-tiba vhie datang menghampiri syanta dan memberikat secarik kertas dengan bertuliskan.
”Syanta semoga kamu bahagia dengan semua ini, aku tau kamu ingin memppunyai kekasih yang sempurna namun kau tak pernah menyadari kesempurnaan bukanlah segalanya dengan tulus aku menyayangi mu walau kau seperti dahulu yang tak sempurna, semoga kamu dapat menemukan kebahagiaan mu dengan melihat dunia yang indah ini semoga mata ku itu dapat menemanimu hingga akhir hayat mau”
Ternyata syanta menyadari selama ini adhi tidak buta ia sempurna namun ia rela mengorbankan matanya hanya demi kesempurnaan orang yang di sayanginya.
Syanta tidak dapat apa-apa lagi hanya penyesalan dan tangisan yang ia dapat cinta sejatinya tak akan pernah kembali sampai kapanpun.
? Terimalah apa adanya seseorang yang kita sayangi,
? Cinta sejati hanya datang sekali (cinta sejati syanta hanya ada di mata adhi),
? Cintailah cinta ketika cinta itu ada disisimu,
? Ikuti kata hati jika tidak ingin menyesal.

kesetiaan Gadis Untuk Sebuah Matanya




Boy adalah seorang cowok yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan. Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari lingkungannya. Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.  Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya. Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy..Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus.  Suatu hari berkatalah Boy (B) kepada Girl (G) :


B : Girl…mengapa kamu begitu menyayangiku?
G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu..yg aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu
Boy.. (tersenyum)
B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?
G : Boy..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku..kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup. Aku senang ketika kau merasa senang..
B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..
G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)
B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu.. karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku…
G : benarkah..?
B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..
G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat menyayangimu…
B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat menyayangimu Girl.. Singkat cerita..
Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil..ia mampu melihat lagi. Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl.  Pergilah ia mencari Girl, sampai ia berhasil menemukannya… Namun… alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah seorang gadis buta. Ia tidak bisa menerimanya.  Ia pun menolak Girl.  Ia lupa akan semua janjinya.
G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?
B : ummm….(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu..tapi tidak dengan keadaanmu yg seperti ini..
G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?
B : eeeerr…maaf Girl..tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta..maaf. (Boy pun pergi meninggalkan Girl).Girl yang kecewa dan merasa dikhianati, memilih untuk bunuh diri. Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat disakunya..
“Dear Boy…
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu..tidak banyak yg bisa aku lakukan untukmu… Namun..aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu…… Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu..bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali..”
(Ternyata Girl mengorbankan kedua matanya untuk dicangkokkan pada Boy, demi Boy bisa melihat. Sebelumnya, Girls adalah gadis normal)

Untuk Kita Renungkan

Sepasang suami istri ( seperti pasangan lain di kota2 besar meninggalkan anak2 diasuh pembantu rumah tangga sewaktu bekerja ).
Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Ia sendirian di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya...karena mobil itu berwarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imajinasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini!!!..."
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga terkejut. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan, "Saya tidak tahu..tuan." "Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yang kamu lakukan?" hardik si istri.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yang membuat gambar itu ayahhh..cantik kan..!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.
Si ayah yang sudah kehilangan kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya pada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab si pembantu ringkas. Kasih minum Panadol saja," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur, ia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik..Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan..." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut... "Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi...

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata istrinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah..ibu..Dita tidak akan melakukannya lagi... Dita tidak mau lagi ayah pukul. Dita tidak mau jahat lagi...Dita sayang ayah...sayang ibu.", katanya berulang kali membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah...kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil? Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?.. Bagaimana caranya Dita mau bermain nanti?.. Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi." katanya berulang-ulang.
Serasa hancur hati si ibu mendengar kata2 anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun apa yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski ia sudah meminta maaf.
Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran batin sampai suatu saat sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan ia wafat diiringi tangis penyesalan yang tak bertepi.

Namun...si anak dengan segala keterbatasannya dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya...

PUNK ROCK JALANAN

Seperti halnya lagu "Gaby" yang misterius dan menjadi sebuah polemik diantara para pecinta musik Indonesia, Punk Rock Jalanan jika tetap mempunyai pendengar setia seperti saat ini maka kemungkinan besar juga akan mengalami hal yang sama. Banyak orang yang tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai pengarang Lagu tersebut.
Lagu Punk Rock Jalanan mengisahkan sebuah keteguhan seorang anak yang mempunyai cinta yang kuat walaupun ia merasa berbeda status sosial dengan kekasihnya. Lagu tersebut tertuang dengan tulus berdasarkan pengalaman dan bahasa khas anak jalanan yang identik dengan kaum Punk Rock. Namun ternyata cinta yang tulus itu harus berakhir dengan kesedihan berupa penduaan cinta yang dialami tokoh yang tergambarkan dalam lagu Punk Rock Jalanan tersebut. Ku tunggu kau ku tunggu, ku nanti kau ku nanti, waLau sampai akhir hayat ini adalah sebagian lirik lagu dari Punk Rock Jalanan. Untuk yang mau Download silahkan browsing karena Download Gratis MP3 Lagu Baru Punk Rock Jalanan juga dengan sudah mudah kita peroleh di Internet.
Entahlah bagaimana jalan cerita sehingga lagu Punk Rock jalanan bisa masuk pada stasiun Radio dan menjadi salah satu lagu Top Request para pendengar. Padahal jika kita mendengarkan lagu tersebut, akan nampak sekali bahwa lagu tersebut sepertinya tidak direkam didalam sebuah studio Musik. Alat rekam seadanya dengan iringan alat musik seadanya tergambarkan dengan sangat jelas jika kita mendengarkan lagu favorit ini. Namun dibalik fenomena ini muncul sebuah gambaran yang indah bahwa kaum Punk Rock Jalanan yang seringkali di identikkan dengan kejahatan, Narkoba, dan hal negatif lainnya ternyata mempunyai sisi Melow dibalik penampilan urakannya. Kaum yang seringkali terpinggirkan oleh masyrakat ini menggambarkan bahwa cinta adalah sebuah hal yang universal dan bisa dialami oleh siapa saja.
Kita tunggu saja apakah Lagu Baru Punk Rock Jalanan yang misterius ini aka mengulangi fenomena Lagu Gaby yang mendadak banyak yang mengakui sebagai pemilik dan pengarangnya setelah masuk jajaran Top Request di TV ? Ataukah lagu yang saat ini seperti lagu wajib para pengamen jalanan ini akan hilang kembali dan terpinggirkan seperti nasib para kaum Punk Rock jalanan ? Entahlah yang jelas lagu Punk Rock Jalanan memang sangat terdengar berbeda karena proses perekaman yang seadanya. Kalau ada info tambahan mengenai asal usul lagu Punk Rock Jalanan ini dari para pembaca, silahkan tambahkan pada kotak komentar.